Ayo dukung dan ciptakan 10 juta PENGUSAHA di Indonesia
The business inspiration
Kita Pasti Bisa

Click here to edit title

Click her

Bentuk badan usaha PT, CV dan FIRMA memiliki banyak perbedaan, walaupun demikian ketiga bentuk badan usaha ini selalu menjadi pilihan utama yang banyak digunakan oleh pengusaha di Indonesia dengan berbagai alasan dan pertimbangan sebagai landasan untuk dapat melakukan kegiatan usaha di berbagai bidang

Rp. 9.750.000,-

Rp. 6.750.000,-

Rp. 6.750.000,-

 
PERBEDAAN
PERSEROAN TERBATAS
PERSEROAN KOMANDITER
FIRMA
BENTUK PERUSAHAAN

Bentuk Perusahaan Nomor 1 yang paling populer di Indonesia

Banyak digunakan untuk kegiatan usaha Kecil, Menengah atau Besar

PT adalah bentuk perusahaan yang berbadan hukum 

Bentuk perusahaan Nomor 2 yang banyak digunakan oleh UKM-usaha kecil dan menengah


CV adalah badan usaha bukan badan hukum seperti PT



Umumnya dibentuk dan didirikan oleh orang yang memiliki profesi sama atau saling berkaitan


Firma adalah badan usaha bukan badan hukum seperti PT



DASAR HUKUM
Belum ada Undang-Undang yang secara khusus mengatur tentang Pendirian CV 
Belum ada Undang-Undang yang secara khusus mengatur tentang Pendirian Firma
PENDIRI PERUSAHAAN

Jumlah pendiri perseroan terbatas minimal 2 (dua) orang


Para pendiri Perseroan adalah Warga Negara Asing


Warga negara asing dapat menjadi pendiri untuk Perseroan yang didirikan dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)


Para pendiri harus mengambil bagian saham pada saat perseroan terbatas didirikan


Setelah PT mendapatkan status sebagai badan hukum sesuai Undang-Undang yang berlaku, maka segala resiko yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan dan bukan menjadi tanggung jawab pribadi para pendiri perusahaan


Jumlah pendiri perseroan komanditer minimal 2 (dua) orang


Para pendiri Perseroan adalah Warga Negara Indonesia


Para pendiri terdiri dari Pesero aktif dan Pesero Diam (komanditer)


Persero Aktif adalah pesero pengurus dengan jabatan sebagai Direktur yang bertanggung jawab penuh melaksanakan kegiatan usaha termasuk menanggung segala resiko harta pribadinya


Pesero diam (komanditer) hanya bertanggung jawab sebatas besarnya jumlah modal yang disetor ke dalam perusahaan

Jumlah pendiri Firma minimal 2 (dua) orang


Para pendiri Perseroan adalah Warga Negara Indonesia


Para pendiri terdiri dari anggota (kemitraan) yang memiliki tanggung jawab bersama, dan masing-masing anggota memiliki kewenangan untuk mewakili perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usaha, termasuk menanggung segala resiko secara bersama-sama dengan harta pribadinya






NAMA PERUSAHAAN
Pemakaian Nama PT diatur dalam pasal 16 Undang-Undang PT nomor 40 tahun 2007


Nama Perseroan harus didahulukan dengan frase PERSEROAN TERBATAS atau disingkat PT


Nama Perseroan Terbatas tidak boleh sama atau mirip dengan nama PT yang sudah ada dan berdiri di wilayah Republik




Tidak ada Undang-undang atau peraturan yang secara khusus mengatur tentang Pemakaian Nama Perseroan Komanditer atau CV


Artinya;

Adanya kemungkinan kesamaan atau kemiripan nama perusahaan 






Tidak ada undang-undang atau peraturan yang secara khusus mengatur tentang Pemakaian Nama Firma, disarankan menggunakan nama bersama atau nama salah satu dari sekutu firma


Artinya;

Adanya kemungkinan kesamaan atau kemiripan nama perusahaan




MODAL PERUSAHAAN

Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 modal perseroan terbatas ditentukan sebagai berikut;


Modal dasar minimal Rp. 50.000.000 (lima puluh juta)


Ketentuan minimal modal dasar tersebut dapat ditentukan lain oleh Undang-undang atau Peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan usaha tersebut di Indonesia


Dari modal dasar tersebut minimal 25% atau sebesar Rp. 12.500.000,- harus sudah ditempatkan dan disetor oleh Para Pendiri Perseroan selaku Pemegang Saham Perseroan


Sumber Modal :

Pemilik modal dapat bersumber dari swasta (individu, badan usaha), dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, warga negara asing, badan usaha asing atau pemerintah asing



Didalam Akta CV tidak disebutkan besarnya Modal Dasar, Modal ditempatkan atau Modal disetor


Artinya;

Tidak ada kepemilikan saham didalam anggaran dasar CV

Besarnya penyetoran modal ditentukan dan dicatat sendiri secara terpisah oleh para pendiri


Bukti penyetoran modal oleh para pendiri yang terdiri dari Pesero Aktif dan Pesero Pasif dapat dibuat perjanjian sendiri yang disepakati oleh masing-masing pihak


Sumber Modal :

Pemilik modal adalah Swasta Didalam Akta CV tidak disebutkan besarnya Modal Dasar, Modal ditempatkan atau Modal disetor





Didalam Akta Firma tidak disebutkan besarnya Modal Dasar, Modal ditempatkan atau Modal disetor


Artinya;

Tidak ada kepemilikan saham didalam anggaran dasar Firma

Besarnya penyetoran modal ditentukan dan dicatat sendiri secara terpisah oleh para pendiri


Bukti penyetoran modal oleh para pendiri yang terdiri dari sekutu firma dapat dibuat perjanjian sendiri yang disepakati oleh masing-masing pihak


Sumber Modal :

Pemilik modal adalah Swast Didalam Akta Firma tidak disebutkan besarnya Modal Dasar, Modal ditempatkan atau Modal disetor






BIDANG USAHA
PT dapat melakukan semua kegiatan usaha sesuai dengan maksud dan tujuan sesuai jenis perseroan, seperti;


  • PT non Fasilitas meliputi kegiatan usaha: Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor), Perindustrian, Pertambangan, Pengangkutan Darat, Pertanian, Percetakan, Perbengkelan dan Jasa
  • PT Fasilitas PMA
  • PT Fasilitas PMDN
  • PT Persero BUMN
  • PT Perbankan
  • PT Lembaga keuangan non Perbankan
  • PT Usaha Khusus meliputi kegiatan usaha; Forwarding, Perusahaan Pers, Perfilman dan Perekaman Video, Radio Siaran Swasta, Pariwisata, Pengangkutan Udara Niaga, Perusahaan Bongkar Muat, Ekspedisi Muatan Kapal Laut, Ekspedisi Muatan Kapal Udara dan Pelayaran

CV hanya dapat melakukan kegiatan usaha yang terbatas pada bidang; Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor) s.d Gred 4, Perindustrian, Perbengkelan, Pertanian, Percetakan dan Jasa.


CV memiliki keterbatasan dalam melaksanakan kegiatan usaha, karena beberapa bidang usaha ditetapkan dalam peraturan harus berbentuk Perseroan Terbatas










Firma umumnya dibentuk untuk melaksanakan kegiatan usaha sesuai profesi atau keahlian dari para pendirinya dan umumnya melaksanakan kegiatan usaha dibidang Jasa


Firma juga memiliki keterbatasan dalam melaksanakan kegiatan usaha, karena beberapa bidang usaha ditetapkan dalam peraturan harus berbentuk Perseroan Terbatas









PENGURUS PERUSAHAAN

Pengurus Perseroan Terbatas minimal 2 (dua) yang terdiri dari seorang Direksi dan seorang Komisaris, kecuali untuk Perseroan Terbuka wajib memiliki paling sedikit 2 (dua) orang anggota Direksi


Apabila Direksi dan Komisaris lebih dari satu orang maka salah satu bisa diangkat menjadi Direktur Utama dan Komisaris Utama


Pengurus dapat juga sebagai Pemegang Saham Perseroan, kecuali ditentukan lain

Pengurus perseroan diangkat dan diberhentikan berdasarkan RUPS

Pengurus Perseroan Komanditer minimal 2 (dua) orang yang terdiri dari Pesero Akta dan Pesero Pasif


Pesero Aktif adalah orang bertanggung penuh melaksanakan kegiatan perusahaan, termasuk kerugian yang harus ditanggung oleh harta pribadinya


Pesero Pasif adalah orang yang bertanggung jawab sebatas pada besarnya modal yang diberikan kepada perusahaan


Pengurus Firma minimal 2 (dua) orang yang masing-masing dapat bertindak untuk dan atas nama perusahaan













PROSES PENDIRIAN PERUSAHAAN

Pemakaian nama PT harus mendapatkan persetujaun Menteri terlebih dahulu untuk bisa digunakan


Minimal didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih


Proses Pendirian PT harus dibuat dengan Akta Otentik yang memuat anggaran dasar perseroan dan dibuat oleh Notaris


Akta Pendirian PT harus mendapatkan Pengesahan Menteri Hukum & HAM RI

Pemakaian nama CV tidak perlu mendapatkan persetujuan dari Menteri


Minimal didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih


Proses Pendirian CV harus dibuat dengan Akta Otentik yang memuat anggaran dasar perseroan dan dibuat oleh Notaris


Akta pendirian CV cukup didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat

Pemakaian nama Firma tidak perlu mendapatkan persetujuan dari Menteri


Minimal didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih


Proses Pendirian Firma dapat dibuat dengan Akta Notaris atau tanpa Akta


Akta pendirian Firma cukup didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN
Setiap perubahan anggaran dasar harus berdasarkan RUPS-rapat umum pemengang saham


Setiap perubahan anggaran dasar wajib mendapatkan Persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI


Setiap perubahan tidak perlu RUPS

Perubahan anggaran dasar dan perubahan lainnya tidak perlu mendapatkan Persetujuan Menteri



Setiap perubahan tidak perlu RUPS


Perubahan anggaran dasar dan perubahan lainnya tidak perlu mendapatkan Persetujuan Menteri



 
UA-36873588-1